Sabtu, 23 Mei 2009

Eksistensi Tuhan

Eksistensi Tuhan


Penghancuran Yerussalem untuk kedua kalinya pada masa Imperium Romawi Byzantin yang mulai mengadakan ekspansi ke wilayah ini pada masa berakhirnya kekuasaan kaum Meccabeus (Maqbaya) dengan pemimpin spritual terakhir Herodeklius II pada tahun 63 sb,M dan diringi dengan pemberontakan Bar Kok Ba seorang Hasidim yang mengakibatkan kehancuran besar bagi Bani Israil yang sepertinya tidak mengambil pelajaran dari ketidkatepatan jalan yeng mereka tempuh dalam menegakkan agama Allah di mana darah lebih diutamakan dibandingkan damai dan harta benda uang lebih baik dibanding ketaantan kepada Allah dan hal ini telah menjadi darah daging dalam diri mereka di mana bangsa ini telah terjebak berkali – kali dalam penyembahan berhala dan telah berkeli – kali pula mengadakan penolakan dan pembunuhan terhadap nabi ’alaihimussalam sekaligus mengubah – ubah kodifikasi Taurat hingga berkali – keli sebagaimana yang dilakukan oleh para para Rabbi dan Cohen dengan membentuk teks Sakerdotal dan menginterpolasi teks Yahwist dan Elohist menurut apa yang diingnkan secara pribadi sehingga inilah yang telah sampai pada saat ini sebuah teks yang penuh dengan pertentangan dan perdebtan sekaligus ketidakwajaran yang membicarakan bahkan pembunuhan – pembunuhan ,perzinahan (Incest) ,kekjaman dsb yang semuanya saat ini telah menjadi tradisi dan inileh yang oleh umat Judaisme dan Masehi banggakan sebuah kitab yang penuh kerusakan .

Penyusunan Taurat pertama mungkin terjadi dalam masa pengembaraan Bani Israil antara tahun 1400 sampai 1200 yang dilakukan oleh Musa sendiri dan para penatua Israil sebagaimana yang diuraikan dalam Taurah Shamot 17 /14 sbb :

וַיֹּאמֶר יְהוָה אֶל-מֹשֶׁה, כְּתֹב זֹאת זִכָּרוֹן בַּסֵּפֶר, וְשִׂים, בְּאָזְנֵי יְהוֹשֻׁעַ: כִּי-מָחֹה אֶמְחֶה אֶת-זֵכֶר עֲמָלֵק, מִתַּחַת הַשָּׁמָיִם.

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit." (Exodus 17 /14)

Pendapat ini dikemukakan oleh kelompok Fundamentalis yang meyakini bahwa kitab ini memang ditulis oleh Musa ‘alaihissalam sendiri dan kemudian dipeliara oleh Yosua dan orang – oreng Lewi dan diberlakukan sebagai hukum legitimasi tertinggi dalam mengadilli perkara Bani Israil namun yang menjadi permasalahan apakah benar teks sedemikian itu memang ada .Padahal sebagaimana yang diketahui teks tertua yang saat ini kita punyai hanya teks abad X sedangkan ini hanya teks Yahwist yang diikuti teks Elohist beberapa periode selanjutnya sedangkan kesemua teks ini merupakan sumber Kitab Barashit (Kitab Kejadian) yang begitu beragam.

Sejumah pemikiran yang menyatakan Al Kitab ini disusun oleh Musa sendiri harus berfikir mengenai dua masalah utama yaitu kodifikasi dan berita kematian Musa .Tidak mungkin kitab ini bisa dikatakan mempertahankan bentuk awal dari teks receptus sebagaimana yang telah disampaikan kepada Musa setelah mengalami berbagai banyak kontradiksi .Hal ini disebabkan bergitu banyknya teks yang dipakai para Skrub (penulis) Taurah yang merasakan adanya sedikit informasi selain yang Sakerdotal .Sedangkan teks ini hanya otoratif dalam perkembangan di kalangan para Cohen yang menggunakan konteks genealogi untuk menunjukkan keunggulan Bani Israil sebagai bangsa yang dipilih Tuhan .Selanjutnya mereka menggunakan teks Yahwist sebagai hasil riwayat yang kacau yang tidak mendukung teks Elohist sebagai teks yang otoratif .

Teks Yahwist disebut sebagai teks yang berbicara mengenai Tuhan yang tidak jelas sebagai Elohim yang misterius yang menyebut dirinya dengan berbagai atribut yang tidak pantas .Pada awalnya Tuhan menciptakan langit dan bumi (Barashit 1:1) yang dalam bahsan Ibrani ayat ini tidak menunjukkan sama sekali identitas Tuhan dari awalnya .Hanya ada penjelasan bahwa pada awalnya hanya ada Tuhan dan tidak ada selainnya hingga penciptaan .Maka teks Elohist berbicara tentang Tuhan yang sama misteriusnya dengan Tuhan yang disebut dalam teks Yehowist .

Siapa sebenarnya Eloh yang dibicarakan oleh kitab kejadian yang menjadi Tuhan yang begitu berkuasa dan tidak memilliki seorang teman pun .Perhatikan ayat kitab Yesaya berikut

אֲנִי יְהוָה, הוּא שְׁמִי; וּכְבוֹדִי לְאַחֵר לֹא-אֶתֵּן, וּתְהִלָּתִי לַפְּסִילִים

“Aku ini [Yehuwa], itulah namaKu; Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain. “ (Yesaya 42 :8)

Pembicaraan tentang Allah yang menyatakan diri dalam ayat ini menunjukkan ada dua keadaan yaitu Jehuwa yang merupakan sebuah nama yang tidak dimiliki oleh seorangpun dan Allah (Elohim) .Maka akan timbul ambiguitas siapa itu Allah dan siapa itu Jehuwa yang menyatakan dirinya “Aku ini (Yahweh) ,itulah namaKu” Menunjukkan dirinya adalah Dzat yang tidak dapat diketahui .Tentu anda akan bertanya Tuhan itu jadi siapa jika bukan Allah (Elohim) lalu siapa itu Yehuwa yang menyatakan “Aku tidak akan memberikan kemulian kepada yang lain” ?

Saudara akan segera menjadi seorang penganut Kesaksian Yehuwa yang dengan lancang mengatakan nama Tuhan itu adalah Jehuwa padahal sebagai suatu sekte Kristen seharusnya mereka bisa memperhatikan tidak ada nama ini disebutkan dalam kitab Perjanjian Baru bahkan dalam kitab – kitab Apokrifa manapun yang telah dinyatakan palsu oleh konsili Karthago pada tahun 397 dan dihadiri oleh Agustinus Al Hippo .Sedangkan mereka berdalih dengan Kitab Hebranica yang mencantumkan nama tersebut dengan jelas dalam bentuk tetagram YHWH .Ini menjelaskan bahwa kesaksian Yehuwa lebih menekankan kepada nama Tuhan yang suatu bangsa yang dianggap sebagai nama sebenarnya dari Tuhan .

Dalam salah satu artikel berjudul “Saksi – saksi Yehuwa Siapakah Mereka dan Apa Yang Mereka Percayai ?” mereka mejelaskan sbb :

Saksi – saksi Yehuwa ? Itulah nama yang mereka sandang .Nama itu mempunyai makna yang deskriptif ,menunjukkan bahwa mereka memberikan kesaksian tentang Yehuwa ,KeilahianNya dan maksud tujuanNya .”Allah”,”Tuhan” dan “Pencipta” seperti halnya “Presiden” ,”Raja” ,dan “Jendral” adalah gelar – gelar dapat disandang oleh beberapa tokoh sekaligus .Akan tetapi “Yehuwa” adalah nama pribadi dan merujuk kepada Allah Yang Mahakuasa dan pencipta Alam .In diperlihatkan dalam Mazmur 83:19 menurut terjemahan Klinkert ,’Supaya diketahuinya ,bahwa Engkau jua dengan namaMu Hua Allah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi ini.”

Penulis tidak akan melanjutkan bualan kelompok ini yang tidak memahami apa pu dalam konteks nama Yehuwa yang merupakan nama Tuhan secara nasional bangsa Yahudi .Harus diingat di sini bahwa Dr. Moorey dengan sangat tergesa – gesa menyatakan nama Yahuwa sebagai nama Tuhan sejati dan mengaggap nama Allah merupakan nama dewa bulan yang disembah oleh kaum Pagan di Arab yang diteruskan oleh umat Islam .Mereka semua tidak memahami apa pu mengenai nama ini dan pembicaraan yang dikemukakan sama sekali tidak relevan dengan konteks Al Kitab yang sebenarnya memahami nama Tuhan dalam berbagai sebutan .Nama Elohim sebanrnya mengungkapkan konsep Tuhan sejati yang dipahami oleh Bani Israil dalam konteks nasional.Bahwa sebagian nabi mereka memiliki nama Theophorus tidak dapat menjadi argumen kebenaran nama Yehuwa misalnya dikemukakan oleh Kitab Amos 4:13

Amos 4:13 Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi—TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

Dan dalam kitab Bilangan 6:27

Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka
Aku akan memberkati mereka."

Sebenarnya harus dahulu dilihat bajwa Perjanjian Lama mengemukakan konsep Unitas dalam konteks Tuhan bangsa Yahudi dan bukan Allah segala bangsa dengan konsep yang benar sebagai satu – satunya Tuhan yang menciptakan langit dan bumi .Bangsa Yahudi mengenal nama ini sebagai nama Tuhan nasinal mereka dan bukan sebagai nama sejati Tuhan .Hal ini adalah wajar disebabkan setiap bangsa memiliki nama khusus tersendiri untuk Allah Tuhan yang sesungguhnya yang dikenal secara umum .Bahwa kata Allah dalam Kitab Ibrani terdiri dari tiga huruf yaitu Alif-lam-heh dibaca Eloh .Nama ini semula dikhususkan hanya bagi satu Tuhan saja yaitu Allah ,namun seiring perjalanan waktu mulai dikenalnya penyembahan berhala oleh berbagai bangsa mengakibatkan mereka menjadikan berbagai bantuk wasilah perantaraan liturgi .Hal inilah yang membuat mereka menamai tuhan – tuhan itu sebagai Eloh (ilah) yang sebenarnya merupakan Al Ma’bud (objek penyembahan) terhadap Tuhan yang sesungguhnya .Sedangkan Allah lambat laun tidak lagi dikenal sebagai Tuhan sesungguhnya .

Pemetikan kata Eloh (hla) dari nama Allah (الله) yang terdiri dari empat huruf yaitu Alif –lam-lam-ha menunjukkan bahawa mereka berusaha untuk menjadikan berhala sebagai perwujudan Al Ilah (Sang Tuhan) dalam arti Tuhan yang sebenarnya sebagaimana yang penganut Majusi mengatakan :”Allah terlalu jauh bagi kita maka marilah kita membuat serupaan agar kita dapat menyembahNya.” Demikian pula bangsa Arab mereka mebuat patung Lata .Uzza dan Manah dengan mengambil nama – nama Tuhan Allah .Hal inilah yang mengakibatkan mereka memiliki Tuhan dengan sebutan Eloh hampir diseluruh wilayah Arabia Selatan sekalipun nama Tuhan mereka bermacam – macam ,misalnya Dagon dikatakan oleh Al Kitab adalah Elohim bangsa Philistin ,Yehuwa Elohim bangsa Yahudi dan berbagai nama Tuhan lainnya sebenarnya mendapat jabatan Eloh yang berasal dari nama Allah .

Sangat disayangkan apabila penggunaan nama Yehuwa sebagai nama Tuhan nasional bangsa Yahudi telah menyebabkan pergeseran nama Tuhan yang sesungguhnya yaitu Allah .Apabila kita perhatikan nama Yehuwa yang mereka pakai juga mendapat jabatan sebagai Eloh yang berarti Tuhan dalam konteks liturgika .Hanya saja mereka tidak merupakan Yehuwa dalam bentuk tertentu sebagaimana bangsa Pagan menyerupakan Allah dalam berbagai bentuk .

Bahwa konsep ketuhanan bangsa Yahudi dibandingkan berbagai entitas Pagan yang lainnya lebih baik disebabkan adanya bimbingan para nabi ‘Alaihimussalam secara intensif dimana para nabi ini mengajarkan bahwa Yehuwa sebagai nama Tuhan Alah secara nasional untuk bangsa mereka tidak pantas diserupakan dalam bentuk apa pun .Demikian pula nabi Yesaya mengajarkan sbb :

Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia?
firman Yang Mahakudus. (Yesaya 40 : 25 )



Pernyataan Ahmad Deedat Pada salah satu buku beliau dengan judul “Siapakah Nama Dia ?” dikemukakan beberapa poin sebagai berikut :

1. If Jehovah is the name of God Almighty, and if the 27 Books of the New Testament were inspired by Him, then it is an anomaly of the highest order, that He (Jehovah) signally failed to have His Own Name recorded in "His Word" (N.T.) the Christian addition to the Jewish Bible. The Christians claim that they have in their possession over twenty-four thousand so-called "originals" of their Holy Writ in the Greek language, and yet not a single parchment has "Jehovah" written in it. Curiously this "name of God" (?) has been sacrilegiously replaced by the Greek words ky'ri.os and the.os', which mean 'Lord' and 'God.' Yet, miracle of miracles - Alleluya! - no devil or saint has been able to eliminate the word "ALLAH" from the so-called New Testament of the Christians.
Jika Yehuwa nama Tuhan dan jika 27 buku Perjanjian Baru diilhamkan oleh-Nya ,lalu secara tidak wajar dalam pengertian tertinggi bahwa Dia (Yehuwa) memberikan isyarat kegagalan untuk memiliki nama milikiNya dalam FirmanNya edisi kaum Kristen dibandingkan Al Kitab Ibrani .Orang – orang Kristen menyatakan bahwa mereka telah memiliki 24.000 yang dikatakan asli dari tulisan suci mereka berbahasa Yunani dan belum ada secarik pun bertuliskan Yehuwa .Denga penuh kecurigaan apakah nama Tuhan ini ? yang digantikan oleh kata Yunani Kyros dan Theos yang mana berarti “Tuan’ dan “Tuhan” .Belum lagi ,keajaiban – keajaiban Alleluya ! – tidak ada setan atau orang suci yang menghilangkan kata Allah dari Perjanjian Baru orang Kristen .
This combination YHWH/ELOHIM has been consistently translated in the English Bible as "Lord God," "Lord God," Lord God," ad infinitum.

Kombinasi YHWH/ELOHIM telah secara konsisten diterjemahkan dalam Al Kitab berbahasa Inggris sebagai “Lord God” ,”Lord God”,”Lord God”,”Lord God ,” dan seterusnya .

Hal ini mengindikasikan bahwa palafalan Yehuwa Allah tidaklah bertentanga dengan konsep Alkitab sendiri yang mengenal Elohim sebagai Tuhan sejati di antara Tuhan – tuhan imaginer agama pagan .Sejauh pernyataan yang dikemukakan Sheikh beliau juga mengatakan bahwa terdapat kombinasi “Yehuwa Allah” dalam perjanjian Lama mengindikasikan kedua kata yang digabungkan ini saling memiliki arti yang saling berkaitan .Sekalipun demikian klangan Fundamentalis akan memaksakan dirinya untuk tidak memahami arti Tetagram ini sebagaimana yang telah saya lakukan di awal pembicaraan .

Sebenarnya secara sederhana gabungan dua kata ini juga terdapat dalam Al Quran yaitu pada Surah Al Ikhlash 112:1



قل هو الله احد
Katakanlah :”Hua Allah adalah Satu.”

Sekarang perhatikan pernyataan dari Alkitab Yesaya 46:9

זִכְרוּ רִאשֹׁנוֹת, מֵעוֹלָם: כִּי אָנֹכִי אֵל וְאֵין עוֹד
אֱלֹהִים וְאֶפֶס כָּמוֹנִי

Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku,

Perbandingan secara mutlak jelas menunjukkan Yehuwa sebagai Tuhan yang bukan hanya milik bangsa Yahudi tapi juga Tuhan segala bangsa lainyya .Kenyataan bahwa kaum Yahudi berusaha mengkonsepsikan Tuhan menurut paganisme menunjukkan sebagai Tuhan nasional kebangsaan memperlihatkan usaha legalitas mereka sebagai bangsa yang diberkati dan ditinggikan terhadap bangsa lainnya .

Sebagaimana kaum Pagan menyembah berhala kita menemukan adanya pelaksanaan upacara serupa terhadap penyembahan terhadap berhala di masa Maliakim (para raja) yang menunjukkan pengaruh tidak terjadi sejak awal bangsa ini mendiami Palestina .Kita menemukan dalam kitab keluaran mengenai pembuatan patung ular bukan merupakan cerminan kejadian yang sebenarnya sebagaimana yang dikatakan para fundamentalis bahwa pembuatan patung ini digunakan sebagai perlambangan penolakan terhadap kejahatan dan kemudian dihancurkan ketika masa Hizkia seorang Cohen besar Bait Allah sebagaimana disebutkan oleh Dr. A’zami :

Rumah Tuhan dibersihkan dari semua altar-altar penyembahan ber­hala dan objek-objek pemujaan, terutama yang berasal dari sesem­bahan bangsa Asyur kepada matahari, rembulan dan bintang-bintang.... Praktik kurban anak pun distop 'bahwa tak sebrang pun boleh mem­bakar anak laki-lakinya atau anak perempuannya sebagai suatu se­sajian buat Dewa Molokh.' [2 Raja-raja 23:10] Pendeta-pendeta atau imam-imam yang menyembah berhala semua dibunuh, rumah pagan pelacur-pelacur laki-laki dihancurkan, dan tempat-tempat keramat lokal di luar Yerusalem juga diruntuhkan dan dicemarkan dengan membakar tulang -belulang manusia di tempat-tempat tersebut.

Namun sesunggunya kelompok ini telah melakukan kesalahan yang sangat besar dengan melupakan kondisi bahwa kitab – kitab Ibrani tersusun dari huruf konsonan yang pengucapannya hanya didasarkan pada pelafalan .Pada pelafalannya pun tidak ada yang memiliki keabsahan yang betul – betul menjamin cara pengucapannya .

Perlu diingat juga pengucapan saat ini merupakan hasil rancangan kelompok Al Massoritiyah yaitu salah satu sekte Judaisme pada abad 10 Masehi yang didukung oleh golongan sekte Karier yang berpegang teguh dengan Al Kitab Taurah dan menolak golongan Farisi yang terlalu berlebihan dalam interpretasi liturgika .Pembubuhan tanda baca selanjutnya dilakukan oleh para Masoret yang terus melakukan berbagai kesalahan .Pemberian vowel pun yang mereka tetapkan sebenarnya dipengaruhi oleh Islam sebagaimana yang dikemukakan oleh Dr. Muhammad Azmi dalam desertase beliau sbb :

Aktivitas Masoretik maju lagi di Barat dalam periode 780-930 M., karena dirangsang oleh pengaruh Karaite... Sebuah sistem Tiberia baru diciptakan, berdasarkan pada pengalaman sistem Palestina, yang menggabungkan sistem aksen dengan suatu cara menunjukkan nuansa-nuansa yang lebih baik, dan dapat mewakili pelafalan dan intonasi teks biblikal secara rinci dan detail.Jika gerakan Karaite, sebuah sekte yang timbul di bawah bayangan Peradaban Islam dan pengaruhnya, merupakan stimulus bagi terciptanya sistem Tiberia ini, kita dapat simpulkan bahwa seluruh ide itu berasal dari praktik­praktik sastra Islam. Penggunaan tanda-tanda diakritikal yang terperinci dalam AI-Qur'an (untuk mewakili intonasi yang benar dari setiap kata) sesungguhnya mendahului timbulnya sistem Tiberia ini lebih seratus tahun.

Sedangkan sebelumnya sebagaimana yang disebutkan oleh Dr. Muhammad Azmi tidak ditemukan adanya pemberian vowel dalam sejumlah naskah Talmud Babilonia .Selain itu beberapa ahli menetapkan penemuan vowel pada abad – abad selanjutnya setelah Mishna Torah tersusun .Hal ini mengakibatkan perkembangan Vowel sangat terlambat dan banyak terjadi penyimpangan pemberian vowel .

Kembali dalam masalah nama Yehuwa yang merupakan nama yang tidak diketahui maknanya sebab hanya berupa tetagram yang terdiri dari empat huruf
Yod –Heh-Vav-Heh dalam bentuk panjang yang dilafalkan dengan Yahweh dan dalam bentuk dasar Heh-Yod-Heh .

Penggunaan nama ini oleh bani Israil sangat dilarang .Tidak dianjurkan menggunakan nama ini baik untuk sembahyang ataupun untuk pembelajaran .Nama yang digunakan untuk menyatakan tuhan adalah Adonai yang berarti Tuan (As Sayid) dan Elohim (Allah) .

Maka sebaiknya dapat diperhatikan sekalipun nama ini tidak diketahui lagi makna dan penjabarannya namun ada beberapa hal yang selayaknya direnungkan yaitu sbb :

Sekalipun bahasa Ibrani telah menjadi bahasa mati ,namun memiliki kedekatan dalam bahasa Arabik Mu’araqiba dalam berbagai nama dan gelar .Misalnya penucapan Esau (Ish) ,Yehuda (Yahuda) ,Melchizedek (Malik Ash Shadiq) .
Kedekatan ini menyebabkan kata – kata dalam bahasa Ibrani dimungkinkan untuk diterjemahkan dalam bahasa Arab dan Aram .
Bentuk singkat Yod-Heh yang digunakan dalam nama – nama para nabi dan raja – raja Israil misalnya Yeyohakim ,Yehuda ,Elias dsb .
Naskah Taurat pada awalnya merupakan naskah Elohist dan bukan dengan nama Yehuwa .
Penyebutan nama ini dalam kitab – kitab Hebaranica dan tidak dalam Inil .
Penggunaan nama Yehuwa hanya bagi Bani Israil sedangkan bangsa lain menyebut Tuhan sejati itu sebagai Eloh .
Penggunaan nama ini juaga sangat terbatas di kalangan Bani Israil .

רֵאשִׁית, בָּרָא אֱלֹהִים, אֵת הַשָּׁמַיִם, וְאֵת הָאָרֶץ


“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”.(Barashit 1:1)

Perhatikan pembacaan ayat ini “Barashit (ra’asyit: tyvar) Bara (arb) Elohim (AAllah; Myhla) at ha Shama’im (Mymv) v’eth (ta) ha arets(Ura) .

Hal ini jelas mengindikasikan bahwa kaum Yahudi mengenal nama Elohim untuk menjelaskan kedudukan Tuhan yang sejati .Penggunaan nama ini selalu saja ditekankan dengan predikat untuk subjektif tunggal .Bukan dalam konteks menyatakan Trinitas seperti yang disangka oleh umat Nashara Al ‘Alam Ar Rum bahwa menurut mereka Allah telah mennyatakan kepribadian yang banyak sehingga pribadi – pribadi ini (Tritunggal) .Sebagaimana yang dikatakan oleh paderi Ortodoks :”Bapa adalah Allah ,Anak adalah Allah ,Ruh Quddus adalah Allah ,tapi tidak ada tiga Allah tapi hanya satu Allah.”

Pada kata Allah digunakan kata Elohim yang berasal dari dua kata yaitu Eloh dan Im sebagai bentuk jamak yang berarti secara harafiah allah – allah artinya banyak pribadi .Tapi perhatikan dua pandangan berbeda dalam memahami arti ayat ini seperti perkataan kelompok Jehuwa Witnes :

“Dalam Kitab-Kitab Ibrani, kata ‘eloh’ah (allah) mempunyai dua bentuk jamak, yaitu, ‘elo-him’ (allah-allah) dan ‘elo-heh’ (allah-allah dari). Bentuk-bentuk jamak ini umumnya memaksudkan Yehuwa, dan dalam hal itu kata-kata tersebut diterjemahkan dalam bentuk tunggal sebagai “Allah.” Apakah bentuk-bentuk jamak tersebut menyatakan suatu Tritunggal? Tidak. Dalam A Dictionary of the Bible, William Smith berkata: “Gagasan khayalan bahwa [’elo-him’] memaksudkan tritunggal dari pribadi-pribadi dalam Keilahian, sekarang hampir tidak mempunyai pendukung lagi di kalangan para sarjana. Hal itu adalah apa yang disebut para ahli tata bahasa bentuk jamak dari keagungan, atau itu menyatakan kepenuhan dari kekuatan ilahi. Kuasa keseluruhan yang diperlihatkan oleh Allah.”

Lalu bagaimana pemahaman tentang Jehovah Witnes yang beranggapan Tuhan mereka sebaga Yehuwa sebenarnya merupakan pemahaman yang kontradiktif .Kata ini hanya dapat dipahami kepada satu pribadi dan maksud kata ini juga menjelaskan kekuatan Tuhan yang dikerahkan secara penuh melalui RuhNya dan bukan melalui pembantu – pembantu berbentuk allah – allah lain .Maka Dia sendiri adalah Allah (Elohim) yang mengonsepkan dirinya sebagai Rabb (Pencipta) .

Perhatikan pula anggapan yang dikeluarkan oleh mereka yang beranggapan kata ini menunjuk kepada berbagai pribadi Tuhan yang beragam sebagaimana yang disebutkan oleh Farrel Till sebb :


Banyak para Fundamentalis percaya bahwa seluruh bangsa disekitar mereka terjebak dalam lumpur penyembahan berhala .Orang – orang Yahudi mempraktekkan suatu agama Tauhid .Pandangan mereka mengenai satu Allah Yahweh dihasilkan tentunya dari hubungan pribadi Ibrahim dan patriark Ibrani lainnya lakukan dengan Yahweh ,yang secara rutin mewahyukan mengenai dirinya kepada mereka dalam mimpi ,penglihatan dan manifestasi lainnya .Ini menghasilkan materi ajaran yang baik ,tapi di sana ada sesuatu yang salah .Tidak benar .
אֵל אֱלֹהִים יְהוָה אֵל אֱלֹהִים יְהוָה, הוּא יֹדֵעַ, וְיִשְׂרָאֵל, הוּא יֵדָע: אִם-בְּמֶרֶד וְאִם-בְּמַעַל בַּיהוָה, אַל-תּוֹשִׁיעֵנוּ הַיּוֹם הַזֶּה.

"Allah segala allah, TUHAN, Allah segala allah, TUHAN, Dialah yang mengetahui, dan patutlah orang Israel mengetahuinya juga! Jika sekiranya hal ini terjadi dengan maksud memberontak atau dengan maksud berubah setia terhadap TUHAN--biarlah jangan TUHAN selamatkan kami pada hari ini.


The early Hebrews believed in polytheism as much as the nations around them. They thought of Chemosh, Molech, Milcom, Baal, Dagon, and the other pagan gods as deities who were just as real as their own god Yahweh. They just thought that Yahweh was greater and mightier than the others, a sort of supergod or, in other words, the God of gods. Monotheism or the belief that Yahweh was the only God was a late development in Jewish theology.

Pada awalnya kaum Ibrani mempercayai penyembahan berhala sebagaimana kebanyakan bangsa di sekitar mereka .Mereka mengajarkan Kamos ,Molokh ,Malkum ,Baal ,Dagon dan tuhan – tuhan berhala lainnya sebagaimana ketuhanan yang dimiliki oleh tuhan Yahweh .Mereka hanya mengajarkan bahwa Yahweh lebih besar dan kuat dibandingkan lainnya ,sejenis Mahadewa atau dalam kata lain ,Tuhan dari tuhan .Tauhid atau Yahweh hanya Satu dikembangangkan paling akhir dalam perkembangan teologi Judaisme .

אֵל עוֹלָם וַיִּטַּע אֶשֶׁל, בִּבְאֵר שָׁבַע; וַיִּקְרָא-שָׁם--בְּשֵׁם יְהוָה

Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal.(Barashit 21:23)

אָנֹכִי הָאֵל, בֵּית-אֵל, אֲשֶׁר מָשַׁחְתָּ שָּׁם מַצֵּבָה, אֲשֶׁרנָדַרְתָּ לִּי שָׁם נֶדֶר; עַתָּה, קוּם צֵא מִן-הָאָרֶץ הַזֹּאתוְשׁוּב, אֶל-אֶרֶץ מוֹלַדְתֶּךָ


Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu." (Kejadian 31:13)

The evidence for this is too clear to dispute. There is, first of all, the peculiar fact that the Hebrews, when not referring to him by his personal name Yahweh, generally used a plural word (elohim) to designate their god. Literally, it meant gods rather than god. In the original Hebrew, therefore, Genesis 1:1 is actually saying, "In the beginning gods created the heavens and the earth." It seems strange that a people with a clear concept of monotheism, as bibliolaters claim that the Hebrews had, would have used a plural word in referring to the one and only true god. It would be somewhat like an English writer using men to refer to a man.

Bukti mengenai hal ini jelas .Yaitu pertama dari semua ,pada kenyataannya bahwa bangsa Ibrani saat tidak mengacu mengenai Tuhan dengan nama Yahweh ,biasanya menggunakan kata jamak (elohim) untuk menggambarkan tuhan mereka .Bahasa Ibrani asli menyebutkan ,Genesis 1:1 ,”Pada awalnya tuhan – tuhan (gods) menciptakan syurga dan bumi .” Hal ini memperlihatkan secara tegas bahwa seseorang dengan sebuah konsep Tauhid yang jelas ,seperti para ahli Al Kitab mengklaim bahwa orang – orang Ibrani memiliki atau akan memiliki kata jamk untuk mengacu kepada satu dan hanya tuhan yang benar .Ini akan menjadi seperto seorang penulis bahasa Inggris menggunakan kata para pria untuk pria – pria .

מִפְּנֵי, עַמּוֹ יִשְׂרָאֵל; וְאַתָּה, תִּירָשֶׁנּוּ וְעַתָּה יְהוָה אֱלֹהֵי יִשְׂרָאֵל, הוֹרִישׁ אֶת-הָאֱמֹרִי

הֲלֹא אֵת אֲשֶׁר יוֹרִישְׁךָ, כְּמוֹשׁ אֱלֹהֶיךָ--אוֹתוֹ
תִירָשׁ; וְאֵת כָּל-אֲשֶׁר הוֹרִישׁ יְהוָה אֱלֹהֵינוּ, מִפָּנֵינוּאוֹתוֹ נִירָשׁ


Maka sekarang TUHAN, Allah Israel, telah merebut milik orang Amori, bagi Israel, umat-Nya. Apakah engkau hendak memiliki pula tanah mereka itu?Bukankah engkau akan memiliki apa yang diberi oleh Kamos, allahmu? Demikianlah kami memiliki segala yang direbut bagi kami oleh TUHAN, Allah kami.(Hakim – Hakim 11:23-24)
Adanya dugaan ha-Elohim digunakan untuk memuliakan Tuhan Pagan .Sebagaimana yang disebutkan sbb

אֱלֹהִים, לֹא תְקַלֵּל; וְנָשִׂיא בְעַמְּךָ, לֹא תָאֹר

"Janganlah engkau mengutuki Allah dan janganlah engkau menyumpahi seorang pemuka di tengah-tengah bangsamu...”(Keluaran 22-27)


Saya dengan tegas membantah sejumlah perkiraan Dr.Farrel Till dalam beberapa poin di atas (sebagai ringkasan) dalam artikel [1] Infidel .Pertama Tuhan yang dikenal oleh Ibrahim dan patriarkat lainnya adalah Tuhan yang satu dan bukan pagan .Patriark – patriark Ibrani adalah orang yang hanya mengenal satu Tuhan dan akibat hal itu mereka diselisihi oleh komunitas penyembah berhala yang ada disekeliling mereka .Hal ini tidak disebutkan dengan jelas dalam Al Kitab namun pembaca dapat mengetahuinya dari Al Quran sendiri yang meberikan perincian yang penting terhadap Ibrahim .Salah satunya apa yang disebut oleh kitab Kejadian 12:1

וּמִבֵּית אָבִיךָ, אֶל-הָאָרֶץ, אֲשֶׁר אַרְאֶךָּ וַיֹּאמֶר יְהוָה אֶל-אַבְרָם, לֶךְ-לְךָ מֵאַרְצְךָ וּמִמּוֹלַדְתְּךָ

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

Anda tentunya mengetahui bahwa Ibrahim dikenal oleh bagian ini sebagai putra Terah .Namun tidak memberikan perincian mengenai sebab – sebab kepergiannya dari tanah tampat kelahirannya yaitu Haran dan bukan negeri Babil .Teks Taurah sekali lagi melakukan kesalahan kronologi yang ketika raja Nimrod hendak membunuh seluruh bayi laki – laki yang lahir di masanya ,Ibrahim disembunyikan oleh ibunya di salah satu gua di wilayah Babel dan perdebatannya dengan Nimrod yang menganggap dirinya sebagai Tuhan .Sedangkan Aazar bukan ayah tapi Paman (kata aab juga dapat berarti paman) dalam konteks ini .Bahwa kepergiannya ke Kanaan hanya untuk menghindari pengejaran pasukan Nimrod .Adapun pertentangan antara Raja ini dan Ibrahim meruapakan masalah pandangan teologis antara seorang penyembah Allah dengan seorang raja Pagan .(Tafsir Baidhawi)

Kesaksian Al Quran ,

Kaumnya menyangkalnya, maka katanya:; 'Adakah kalian menyangkal aku tentang Tuhan, sedang Dia telah menunjuki aku dan aku tidak takut terhadap apa yang kalian sekutukan, kecuali jika Tuhanku menghendaki sesuatu. Tuhanku meliputi segala sesuatu dengan ilmuNya. Adakah kalian tidak dapat mengambil pelajaran?"(Qs. 6:80)[2]

Bible memang sama sekali tidak mengemukakan bahwa Ibrahim berkontradiksi terhadap rakyat Babel yang menyembah berhala ,tapi beberapa sumber di luar teks Kanon .Salah satunya Josephus The Antiquaite The Jew telah mencatat latar belakang beliau bahwa ayah beliau adalah penyembah berhala tanpa peduli apakah Terah atau Aazar .Akibat perdebatan dengan ayahnya inilah beliau harus mengasingkan diri hingga Allah membimbing beliau ke tanah Kanaan .Bahwa beliau bertemu dengan pangeran Salem Malik Ash Shadiq seorang imam Allah yang maha tinggi telah dijelaskan dalam Kejadian 14:17 dan Ibrahim pun memperoleh pemberkatan dari Melkisedeik atas nama Allah dan beliau membayar sepersepuluh dari harta ghanimah (rampasan perang) .Beliau diberkati atas nama Allah dan bukan atas nama tuhan – tuhan palsu lainnya .
Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. (Kejadian 14:18-20)
Hal ini jelas menunjukkan Ibrahim bukan seorang penyembah berhala dan beliau mendapat keberkatan dari seorang Imam Allah yang maha Tinggi .Hal ini jelas mengindikasikan kepada pembaca sosok Ibrahim sebagai penyembah hanya kepada satu Tuhan .Peryataan Farrel Till bukan hanya tiadak logis bahkan tidak punya asumsi dasar .Selanjutnya Jaqub satu – satunya patriarkh yang dilaporkan di dalam telah mendirikan Bethel Allah telah bersaksi bahwa beliau telah mendirikan tempat batu sebagai tanda sebagaimana telah disebutkan dalam Kejadian 28:10-22
Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu. Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu." Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga." Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus. Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Jelas penunjukan tempat tersebut sebagai Bethel (Rumah Allah) menunjukkan bahwa beliau merupakan seorang muwahid (Unitas) yang hanya mengenal satu Tuhan saja dan demikian pula dengan para keturunan beliau semuanya mengimani dan mengikuti pemahaman ayahnya .Tidak ada suatu pemahaman para Patriark ini yang menyembah berhala dan hal ini diakui oleh teks Al Kitab dan Quran yang dimiliki kaum muslimin .

Permasalahan yang digunakan Dr.Farrel untuk menunjukkan bahwa Patiark – patriark ini hanya berkaitan dengan penjelasan tekstual mengenai nama Tuhan yang digunakan Al Kitab .Baginya penggunaan nama Elohim dan Yahweh merujuk kepada dua indikasi berbeda .Dia beranggapan bahwa Tauhid yang dianut oleh Bani Israil tidak memiliki relevansi dasar yang kokoh .Penjelasnnya yang tidak bermakana apa pun tentang dasar pemahaman Judaisme sebagai penyembah berhala yang sebenarnya hanya fitnah yang dilakukan penganut paham Palagianisme di Iskandariah .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar